Surah Asy-Syu'ara

Baca online Quran Surah ke-26 Asy-Syu'ara, terdiri atas 227 ayat. Berisikan tentang panduan menghadapi orang-orang yg terus-menerus mendustakan Rasul

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

طسٓمٓ ṭā sīm mīm1. Thaa Siim Miim tafsir تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ tilka āyātul-kitābil-mubīn2. Inilah ayat-ayat Al Quran yang menerangkan. tafsir لَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ la’allaka bākhi’un nafsaka allā yakụnụ mu'minīn3. Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. tafsir إِن نَّشَأۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةٗ فَظَلَّتۡ أَعۡنَٰقُهُمۡ لَهَا خَٰضِعِينَ in nasya' nunazzil 'alaihim minas-samā'i āyatan fa ẓallat a’nāquhum lahā khāḍi’īn4. Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. tafsir وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِكۡرٖ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ مُحۡدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهُ مُعۡرِضِينَ wa mā ya'tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānụ 'an-hu mu’riḍīn5. Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. tafsir فَقَدۡ كَذَّبُواْ فَسَيَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ fa qad każżabụ fa saya'tīhim ambā'u mā kānụ bihī yastahzi'ụn6. Sungguh mereka telah mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. tafsir أَوَ لَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ كَرِيمٍ a wa lam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā ming kulli zaujing karīm7. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? tafsir إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn8. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm9. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir وَإِذۡ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ wa iż nādā rabbuka mụsā ani'til-qaumaẓ-ẓālimīn10. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu, tafsir قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ qauma fir’aụn, alā yattaqụn11. (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?" tafsir قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibụn12. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. tafsir وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārụn13. Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku maka utuslah (Jibril) kepada Harun. tafsir وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ wa lahum 'alayya żambun fa akhāfu ay yaqtulụn14. Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku". tafsir قَالَ كَلَّاۖ فَٱذۡهَبَا بِ‍َٔايَٰتِنَآۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسۡتَمِعُونَ qāla kallā, faż-habā bi'āyātinā innā ma’akum mustami’ụn15. Allah berfirman: "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan), tafsir فَأۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ fa'tiyā fir’auna fa qụlā innā rasụlu rabbil-'ālamīn16. Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan katakanlah olehmu: "Sesungguhnya Kami adalah Rasul Tuhan semesta alam, tafsir أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ an arsil ma’anā banī isrā'īl17. lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami". tafsir قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ qāla a lam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min 'umurika sinīn18. Fir'aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. tafsir وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِي فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ wa fa’alta fa’latakallatī fa’alta wa anta minal-kāfirīn19. dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna. tafsir قَالَ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ qāla fa’altuhā iżaw wa ana minaḍ-ḍāllīn20. Berkata Musa: "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf. tafsir فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ fa farartu mingkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja’alanī minal-mursalīn21. Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. tafsir وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ wa tilka ni’matun tamunnuhā 'alayya an 'abbatta banī isrā'īl22. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil". tafsir قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَمَا رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ qāla fir’aunu wa mā rabbul-'ālamīn23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?" tafsir قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, ing kuntum mụqinīn24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya". tafsir قَالَ لِمَنۡ حَوۡلَهُۥٓ أَلَا تَسۡتَمِعُونَ qāla liman ḥaulahū alā tastami’ụn25. Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?" tafsir قَالَ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ qāla rabbukum wa rabbu ābā'ikumul-awwalīn26. Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu". tafsir قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِيٓ أُرۡسِلَ إِلَيۡكُمۡ لَمَجۡنُونٞ qāla inna rasụlakumullażī ursila ilaikum lamajnụn27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila". tafsir قَالَ رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ qāla rabbul-masyriqi wal-magribi wa mā bainahumā, ing kuntum ta’qilụn28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal". tafsir قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ qāla la'inittakhażta ilāhan gairī la'aj’alannaka minal-masjụnīn29. Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan". tafsir قَالَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ qāla a walau ji'tuka bisyai'im mubīn30. Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?" tafsir قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ qāla fa'ti bihī ing kunta minaṣ-ṣādiqīn31. Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar". tafsir فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ fa alqā 'aṣāhu fa iżā hiya ṡu’bānum mubīn32. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata. tafsir وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ wa naza’a yadahụ fa iżā hiya baiḍā'u lin-nāẓirīn33. Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya. tafsir قَالَ لِلۡمَلَإِ حَوۡلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٞ qāla lil-mala'i ḥaulahū inna hāżā lasāḥirun 'alīm34. Fir'aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai, tafsir يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِۦ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ yurīdu ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrihī fa māżā ta'murụn35. ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?" tafsir قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَٱبۡعَثۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ qālū arjih wa akhāhu wab’aṡ fil-madā'ini ḥāsyirīn36. Mereka menjawab: "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir), tafsir يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٖ ya'tụka bikulli saḥḥārin 'alīm37. niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu". tafsir فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ fa jumi’as-saḥaratu limīqāti yaumim ma’lụm38. Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang maklum, tafsir وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ wa qīla lin-nāsi hal antum mujtami’ụn39. dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian. tafsir لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ la’allanā nattabi’us-saḥarata ing kānụ humul-gālibīn40. semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang" tafsir فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرۡعَوۡنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ fa lammā jā'as-saḥaratu qālụ lifir’auna a inna lanā la'ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn41. Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?" tafsir قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ qāla na’am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn42. Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)". tafsir قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ qāla lahum mụsā alqụ mā antum mulqụn43. Berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan". tafsir فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ fa alqau ḥibālahum wa 'iṣiyyahum wa qālụ bi’izzati fir’auna innā lanaḥnul-gālibụn44. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang". tafsir فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ fa alqā mụsā 'aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya'fikụn45. Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu. tafsir فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah), tafsir قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ qālū āmannā birabbil-'ālamīn47. mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, tafsir رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ rabbi mụsā wa hārụn48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun". tafsir قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ qāla āmantum lahụ qabla an āżana lakum, innahụ lakabīrukumullażī 'allamakumus-siḥr, fa lasaufa ta’lamụn, la'uqaṭṭi’anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la'uṣallibannakum ajma’īn49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya". tafsir قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ qālụ lā ḍaira innā ilā rabbinā mungqalibụn50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, tafsir إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ innā naṭma’u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā ang kunnā awwalal-mu'minīn51. sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman". tafsir ۞وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ wa auḥainā ilā mụsā an asri bi’ibādī innakum muttaba’ụn52. Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli". tafsir فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ fa arsala fir’aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn53. Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. tafsir إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ inna hā'ulā'i lasyirżimatung qalīlụn54. (Fir'aun berkata): "Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, tafsir وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ wa innahum lanā lagā'iẓụn55. dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, tafsir وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ wa innā lajamī’un ḥāżirụn56. dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga". tafsir فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ fa akhrajnāhum min jannātiw wa 'uyụn57. Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, tafsir وَكُنُوزٖ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ wa kunụziw wa maqāming karīm58. dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, tafsir كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ każālik, wa auraṡnāhā banī isrā'īl59. demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. tafsir فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ fa atba’ụhum musyriqīn60. Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. tafsir فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ fa lammā tarā'al-jam’āni qāla aṣ-ḥābu mụsā innā lamudrakụn61. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". tafsir قَالَ كَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ qāla kallā, inna ma’iya rabbī sayahdīn62. Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". tafsir فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ٱلۡعَظِيمِ fa auḥainā ilā mụsā aniḍrib bi’aṣākal-baḥr, fanfalaqa fa kāna kullu firqing kaṭ-ṭaudil-'aẓīm63. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. tafsir وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ٱلۡأٓخَرِينَ wa azlafnā ṡammal-ākharīn64. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. tafsir وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ wa anjainā mụsā wa mam ma’ahū ajma’īn65. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. tafsir ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ṡumma agraqnal-ākharīn66. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. tafsir إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn67. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm68. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ watlu 'alaihim naba'a ibrāhīm69. Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. tafsir إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ iż qāla li'abīhi wa qaumihī mā ta’budụn70. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah?" tafsir قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ qālụ na’budu aṣnāman fa naẓallu lahā 'ākifīn71. Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya". tafsir قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ qāla hal yasma’ụnakum iż tad’ụn72. Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?, tafsir أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ au yanfa’ụnakum au yaḍurrụn73. atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?" tafsir قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ qālụ bal wajadnā ābā'anā każālika yaf’alụn74. Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian". tafsir قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ qāla a fa ra'aitum mā kuntum ta’budụn75. Ibrahim berkata: "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, tafsir أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ antum wa ābā'ukumul-aqdamụn76. kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, tafsir فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ fa innahum 'aduwwul lī illā rabbal-'ālamīn77. karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam, tafsir ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ allażī khalaqanī fa huwa yahdīn78. (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, tafsir وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ wallażī huwa yuṭ’imunī wa yasqīn79. dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, tafsir وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn80. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, tafsir وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ wallażī yumītunī ṡumma yuḥyīn81. dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), tafsir وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓ‍َٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ wallażī aṭma’u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn82. dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". tafsir رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ rabbi hab lī ḥukmaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, tafsir وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ waj’al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn84. dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, tafsir وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ waj’alnī miw waraṡati jannatin-na’īm85. dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan, tafsir وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ wagfir li'abī innahụ kāna minaḍ-ḍāllīn86. dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, tafsir وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ wa lā tukhzinī yauma yub’aṡụn87. dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, tafsir يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ yauma lā yanfa’u māluw wa lā banụn88. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, tafsir إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ illā man atallāha biqalbin salīm89. kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, tafsir وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn90. dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, tafsir وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn91. dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", tafsir وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ wa qīla lahum aina mā kuntum ta’budụn92. dan dikatakan kepada mereka: "Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya) tafsir مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ min dụnillāh, hal yanṣurụnakum au yantaṣirụn93. selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?" tafsir فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ fakubkibụ fīhā hum wal-gāwụn94. Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat, tafsir وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ wa junụdu iblīsa ajma’ụn95. dan bala tentara iblis semuanya. tafsir قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ qālụ wa hum fīhā yakhtaṣimụn96. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka: tafsir تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ tallāhi ing kunnā lafī ḍalālim mubīn97. "demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata, tafsir إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ iż nusawwīkum birabbil-'ālamīn98. karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam". tafsir وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ wa mā aḍallanā illal-mujrimụn99. Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. tafsir فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ fa mā lanā min syāfi’īn100. Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa'at seorangpun, tafsir وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ wa lā ṣadīqin ḥamīm101. dan tidak pula mempunyai teman yang akrab, tafsir فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ falau anna lanā karratan fa nakụna minal-mu'minīn102. maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman". tafsir إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm104. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ każżabat qaumu nụḥinil-mursalīn105. Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. tafsir إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ iż qāla lahum akhụhum nụḥun alā tattaqụn106. Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa? tafsir إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ innī lakum rasụlun amīn107. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn108. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. tafsir وَمَآ أَسۡ‍َٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ wa mā as'alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn109. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn110. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku". tafsir ۞قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ qālū a nu'minu laka wattaba’akal-arżalụn111. Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?". tafsir قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ qāla wa mā 'ilmī bimā kānụ ya’malụn112. Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? tafsir إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ in ḥisābuhum illā 'alā rabbī lau tasy’urụn113. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari. tafsir وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ wa mā ana biṭāridil-mu'minīn114. Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. tafsir إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ in ana illā nażīrum mubīn115. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan". tafsir قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ qālụ la'il lam tantahi yā nụḥu latakụnanna minal-marjụmīn116. Mereka berkata: "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam". tafsir قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ qāla rabbi inna qaumī każżabụn117. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku; tafsir فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ faftaḥ bainī wa bainahum fat-ḥaw wa najjinī wa mam ma’iya minal-mu'minīn118. maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku". tafsir فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ fa anjaināhu wa mam ma’ahụ fil-fulkil-masy-ḥụn119. Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. tafsir ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ ṡumma agraqnā ba’dul-bāqīn120. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. tafsir إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn121. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm122. Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ każżabat 'ādunil-mursalīn123. Kaum 'Aad telah mendustakan para rasul. tafsir إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ iż qāla lahum akhụhum hụdun alā tattaqụn124. Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa? tafsir إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ innī lakum rasụlun amīn125. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn126. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. tafsir وَمَآ أَسۡ‍َٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ wa mā as'alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn127. Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. tafsir أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ a tabnụna bikulli rī’in āyatan ta’baṡụn128. Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, tafsir وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ wa tattakhiżụna maṣāni’a la’allakum takhludụn129. dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? tafsir وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn130. Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn131. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. tafsir وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ wattaqullażī amaddakum bimā ta’lamụn132. Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. tafsir أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ amaddakum bi'an’āmiw wa banīn133. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, tafsir وَجَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ wa jannātiw wa 'uyụn134. dan kebun-kebun dan mata air, tafsir إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm135. sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar". tafsir قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ qālụ sawā'un 'alainā a wa’aẓta am lam takum minal-wā’iẓīn136. Mereka menjawab: "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat, tafsir إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ in hāżā illā khuluqul-awwalīn137. (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu. tafsir وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ wa mā naḥnu bimu’ażżabīn138. dan kami sekali-kali tidak akan di "azab". tafsir فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ fa każżabụhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn139. Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm140. Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ każżabat ṡamụdul-mursalīn141. Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. tafsir إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ iż qāla lahum akhụhum ṣāliḥun alā tattaqụn142. Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa? tafsir إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ innī lakum rasụlun amīn143. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn144. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. tafsir وَمَآ أَسۡ‍َٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ wa mā as'alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn145. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. tafsir أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ a tutrakụna fī mā hāhunā āminīn146. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, tafsir فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ fī jannātiw wa 'uyụn147. di dalam kebun-kebun serta mata air, tafsir وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ wa zurụ’iw wa nakhlin ṭal’uhā haḍīm148. dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut. tafsir وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ wa tan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan fārihīn149. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn150. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; tafsir وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ wa lā tuṭī’ū amral-musrifīn151. dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, tafsir ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ allażīna yufsidụna fil-arḍi wa lā yuṣliḥụn152. yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan". tafsir قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn153. Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir; tafsir مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا فَأۡتِ بِ‍َٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ mā anta illā basyarum miṡlunā fa'ti bi'āyatin ing kunta minaṣ-ṣādiqīn154. Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar". tafsir قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma’lụm155. Shaleh menjawab: "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. tafsir وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ wa lā tamassụhā bisū'in fa ya'khużakum 'ażābu yaumin 'aẓīm156. Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar". tafsir فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ fa 'aqarụhā fa aṣbaḥụ nādimīn157. Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, tafsir فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ fa akhażahumul-'ażāb, inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn158. maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm159. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ każżabat qaumu lụṭinil-mursalīn160. Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, tafsir إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ iż qāla lahum akhụhum lụṭun alā tattaqụn161. ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?" tafsir إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ innī lakum rasụlun amīn162. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn163. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. tafsir وَمَآ أَسۡ‍َٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ wa mā as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn164. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam. tafsir أَتَأۡتُونَ ٱلذُّكۡرَانَ مِنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ a ta'tụnaż-żukrāna minal-'ālamīn165. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, tafsir وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ wa tażarụna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qaumun 'ādụn166. dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas". tafsir قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ qālụ la'il lam tantahi yā lụṭu latakụnanna minal-mukhrajīn167. Mereka menjawab: "Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir" tafsir قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ qāla innī li’amalikum minal-qālīn168. Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu". tafsir رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya’malụn169. (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan". tafsir فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ fa najjaināhu wa ahlahū ajma’īn170. Lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua, tafsir إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ illā 'ajụzan fil-gābirīn171. kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. tafsir ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ ṡumma dammarnal-ākharīn172. Kemudian Kami binasakan yang lain. tafsir وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ wa amṭarnā 'alaihim maṭarā, fa sā'a maṭarul-munżarīn173. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. tafsir إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn174. Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm175. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ لۡ‍َٔيۡكَةِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ każżaba aṣ-ḥābul-aikatil-mursalīn176. Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; tafsir إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ iż qāla lahum syu’aibun alā tattaqụn177. ketika Syu'aib berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak bertakwa?, tafsir إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ innī lakum rasụlun amīn178. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu. tafsir فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ fattaqullāha wa aṭī’ụn179. maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; tafsir وَمَآ أَسۡ‍َٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ wa mā as'alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn180. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. tafsir ۞أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ auful-kaila wa lā takụnụ minal-mukhsirīn181. Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; tafsir وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ wa zinụ bil-qisṭāsil-mustaqīm182. dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. tafsir وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā'ahum wa lā ta’ṡau fil-arḍi mufsidīn183. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; tafsir وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ wattaqullażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn184. dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu". tafsir قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn185. Mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir, tafsir وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn186. dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. tafsir فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ fa asqiṭ 'alainā kisafam minas-samā'i ing kunta minaṣ-ṣādiqīn187. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. tafsir قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ qāla rabbī a’lamu bimā ta’malụn188. Syu'aib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan". tafsir فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ fa każżabụhu fa akhażahum 'ażābu yaumiẓ-ẓullah, innahụ kāna 'ażāba yaumin 'aẓīm189. Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. tafsir إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ inna fī żālika la'āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn190. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. tafsir وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm191. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. tafsir وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ wa innahụ latanzīlu rabbil-'ālamīn192. Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, tafsir نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ nazala bihir-rụḥul-amīn193. dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), tafsir عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ 'alā qalbika litakụna minal-munżirīn194. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, tafsir بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ bilisānin 'arabiyyim mubīn195. dengan bahasa Arab yang jelas. tafsir وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ wa innahụ lafī zuburil-awwalīn196. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. tafsir أَوَ لَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ a wa lam yakul lahum āyatan ay ya’lamahụ 'ulamā'u banī isrā'īl197. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? tafsir وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ walau nazzalnāhu 'alā ba’ḍil-a’jamīn198. Dan kalau Al Quran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, tafsir فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ faqara'ahụ 'alaihim mā kānụ bihī mu'minīn199. lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. tafsir كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ każālika salaknāhu fī qulụbil-mujrimīn200. Demikianlah Kami masukkan Al Quran ke dalam hati orang-orang yang durhaka. tafsir لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ lā yu'minụna bihī ḥattā yarawul-'ażābal-alīm201. Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, tafsir فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ fa ya'tiyahum bagtataw wa hum lā yasy’urụn202. maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, tafsir فَيَقُولُواْ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ fa yaqụlụ hal naḥnu munẓarụn203. lalu mereka berkata: "Apakah kami dapat diberi tangguh?" tafsir أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ a fa bi’ażābinā yasta’jilụn204. Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami? tafsir أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ a fa ra'aita im matta’nāhum sinīn205. Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, tafsir ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ṡumma jā'ahum mā kānụ yụ’adụn206. Kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, tafsir مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ mā agnā 'an-hum mā kānụ yumatta’ụn207. niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya. tafsir وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ wa mā ahlaknā ming qaryatin illā lahā munżirụn208. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; tafsir ذِكۡرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn209. untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim. tafsir وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn210. Dan Al Quran itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan. tafsir وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī’ụn211. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Quran itu, dan merekapun tidak akan kuasa. tafsir إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ innahum 'anis-sam’i lama’zụlụn212. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Quran itu. tafsir فَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُعَذَّبِينَ fa lā tad’u ma’allāhi ilāhan ākhara fa takụna minal-mu’ażżabīn213. Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. tafsir وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ wa anżir 'asyīratakal-aqrabīn214. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, tafsir وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ wakhfiḍ janāḥaka limanittaba’aka minal-mu'minīn215. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. tafsir فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ fa in 'aṣauka fa qul innī barī'um mimmā ta’malụn216. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan"; tafsir وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ wa tawakkal 'alal-'azīzir-raḥīm217. Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, tafsir ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ allażī yarāka ḥīna taqụm218. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), tafsir وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ wa taqallubaka fis-sājidīn219. dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. tafsir إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ innahụ huwas-samī’ul-'alīm220. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. tafsir هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ hal unabbi'ukum 'alā man tanazzalusy-syayāṭīn221. Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? tafsir تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ tanazzalu 'alā kulli affākin aṡīm222. Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, tafsir يُلۡقُونَ ٱلسَّمۡعَ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ yulqụnas-sam’a wa akṡaruhum kāżibụn223. mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. tafsir وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ wasy-syu’arā'u yattabi’uhumul-gāwụn224. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. tafsir أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ a lam tara annahum fī kulli wādiy yahīmụn225. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, tafsir وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ wa annahum yaqụlụna mā lā yaf’alụn226. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? tafsir إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarụ mim ba’di mā ẓulimụ, wa saya’lamullażīna ẓalamū ayya mungqalabiy yangqalibụn227. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. tafsir
Baca online Quran Surah ke-26 Asy-Syu'ara, terdiri atas 227 ayat. Berisikan tentang panduan menghadapi orang-orang yang terus-menerus mendustakan Rasul -sallallāhu 'alaihi wa sallam-, mencela risalah beliau, serta cara melemahkan kekuatan mereka. Website Alquran online cepat, ringan, dan hemat kuota, lengkap dengan teks arab, latin, terjemah, dan tafsir bahasa Indonesia - tafsir.niadi.net

Download Audio mp3 Murottal Quran Surah Asy-Syu'ara oleh Syeikh Muhammad Saddiq Al-Minshawi
Info Surah Asy-Syu'ara
Nama Surah (id, ar, en)Asy-Syu'ara, الشعراء, Ash-Shu'araa
Arti Surah (id, en)Penyair, The Poets
Urutan Surah26
Jumlah Ayat227
Jumlah Kata1.321
JuzJuz 19
Tempat WahyuMekkah

Surah ini terdiri dari 227 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyyah. Dinamakan "Asy Syu'ara'" yang berarti penyair diambil dari kata "Asy Syu'ara'" yang terdapat pada ayat ke-224, ketika Allah secara khusus menyebutkan kedudukan para penyair. Para penyair disebutkan mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat, mereka suka memutarbalikkan perkataan dan tidak mempunyai pendirian; perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat seperti ini tidak terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena itu, tidak pantas jika Nabi Muhammad dituduh sebagai penyair dan Al-Qur'an dianggap sebagai syair. Al-Qur'an adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.

Pokok isi:

Keimanan

Jaminan Allah akan kemenangan perjuangan dan keselamatan rasul-rasul-Nya; Al-Qur'an benar-benar wahyu Allah yang dibawa turun ke dunia oleh Malaikat Jibril (Ruuhul amiin); hanya Allah yang wajib disembah.

Hukum-hukum

Kewajiban menyempurnakan takaran dan timbangan; larangan menggubah syair yang berisi cacian, khurafat-khurafat, dan kebohongan.

Kisah-kisah

Kisah-kisah Nabi Musa dengan Fir'aun; kisah Nabi Ibrahim dengan kaumnya; kisah Nabi Nuh dengan kaumnya; kisah Nabi Shaleh dengan kaumnya (Tsamud); kisah Nabi Huud dengan kaumnya ('Ad), kisah Nabi Luth dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib dengan penduduk Aikah.

Lain-lain

Kebinasaan suatu bangsa atau umat disebabkan meninggalkan petunjuk-petunjuk agama; tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dan perubahan-perubahannya adalah bukti keberadaan Tuhan Yang Maha Esa; petunjuk-petunjuk Allah bagi pemimpin agar berlaku lemah-lembut terhadap pengikutnya; turunnya kitab Al-Qur'an dalam bahasa Arab sudah disebut dalam kitab-kitab suci terdahulu.

Sebagian besar surah Asy-Syu'ara' menerangkan kisah nabi-nabi dengan umatnya masing-masing. Mereka mengalami penderitaan dan permusuhan dari kaumnya, tetapi pada akhirnya mereka mendapat kemenangan, dan lawan-lawan mereka mengalami kehancuran.

Kisah-kisah ini diceritakan Allah untuk menghibur Rasulullah dan kaum muslimin; karena kelak mereka akan mendapat kemenangan sebagaimana para rasul terdahulu.

Hubungan Surah Asy-Syu'Ara' dengan Surah An-Naml:

1. surah An-Naml melengkapi surah Asy-Syu'ara' dengan menambahkan kisah nabi-nabi yang tidak terdapat dalam surah Asy-Syu'ara', yaitu kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.

2. Dalam surah An-Naml ada penambahan uraian pada kisah Nabi Luth dan Nabi Musa yang diceritakan dalam surah Asy-Syu'ara'.

3. Kedua surah ini sama-sama memuat sifat Al-Qur'an dan menerangkan bahwa Al-Qur'an benar-benar diturunkan dari sisi Allah.

4. Kedua surah ini sama-sama menghibur Nabi Muhammad yang mengalami bermacam-macam penderitaan dan permusuhan dari kaumnya.

Download Audio MP3 Bacaan Surah Asy-Syu'ara

026-Asy-Syuaraa.mp324.7 Mb

TIPS: Untuk membaca tafsir yang Anda inginkan klik pada kata/link tafsir di akhir terjemahan ayat surah.



TRENDING PEKAN INI

  1. Al-Fatihah
  2. Yasin
  3. Al-Baqarah
  4. Ar-Rahman
  5. Al-Kahfi
  6. Al-Waqi'ah
  7. Al-Mulk
  8. Al-Ikhlas
  9. Ad-Dukhan
  10. Luqman
  11. Alquran Juz 30
  12. Maryam
© tafsir.niadi.net - Baca Alquran Online Bahasa Indonesia. Developed by www.niadi.net